Photobucket

Minggu, 23 Oktober 2011

Emosi o..o... emosi

Sehari.. dua hari... itu siih biasa, tapi ternyata lanjut seminggu... 2 minggu. Dan ternyata whoaaaaaaaaa akyu hamil lagi... ^_^. Raisa bakalan punya ade dee. Awalnya perasaan bener-bener campur aduk. Masih berasa siap gak siap untuk yang kedua ini. Raisa belum juga  2,5 taon. Aku sendiri baruu ngerasa lepas dari rutinitas yang cukup melelahkan. Baru bisa ngerasain lagi nonton 21, jalan-jalan tanpa bawa peralatan perang seabrek. But hey.... this is a bless, aq harus bersyukur karena diluar sana banyak banget yang ngarep dikasih anugerah kaya aku sekarang.

Hamil yang kedua ini aku ngerasa lebih sensitif, gampang banget nangis, gampang banget marah untuk sebab-sebab yang gak jelas sama sekali. Bisa siangnya aku happyyy banget,tapi malemnya bisa melowww abbis. Nonton tv yang rada sedih dikit bisa beleweran air mata. hik..hiks.... Kadang malu sama wisnu, kalo dia nanya aku kenapa. Aku juga gak bisa jawab, aku juga gak mau nangis kaya gitu, tapi yaaaa gimana lagi dunks :(
Kalo udah kaya gitu i just need a big hug n some support maybe a little words "i love you" dari wisnu, hu hu hu hu.. manja banget yak.

Cari info di mbah google juga emang ternyata perubahan emosi hampir pasti dialamin sama ibu hamil, semuanya karena perubahan hormon si ibu. Perubahan emosi ini kalo gak dapet support yang baik dari lingkungan terutama pasangan bisa berakibat buruk pada janinnya, untuk trimester pertama bisa mengakibatkan keguguran, untuk trimster kedua bisa mengakibatkan kelahiran prematur. Ckckckck... bahaya juga yah ternyata.

Ngutip dari webnya dokter sehat http://doktersehat.com/tips-emosi-kehamilan/, ada beberapa tips ngatasin emosi buat ibu hamil.
Memahami bahwa apa yang Anda rasa adalah normal.
  • Percaya pada emosi dan tingkatkan kepercayaan pada diri sendiri.
  • Usahakan untuk terus berkomunikasi dengan pasangan.
  • Dapatkan dukungan dari teman, keluarga, dokter, atau komunitas lainnya.
  • Jangan mencoba menjadi pahlawan dalam hal apa pun. Cukup lakukan yang terbaik, dan selalu prioritaskan kesehatan Anda dan janin.
  • Perbanyak pengetahuan tentang apa yang terjadi pada tubuh Anda, dan persenjatai diri Anda dengan mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi di depan nanti.
  • Ikuti latihan-latihan relaksasi, seperti yoga dan meditasi.
  • Lepaskan tekanan dengan melakukan latihan yang aman tapi tetap enerjik, seperti berjalan, berenang, dan berdansa kecil.
  • Dengarkan lagu favorit atau membaca buku-buku inspiratif.
  • Jika memungkinkan, coba cari spa yang menawarkan pijatan khusus untuk ibu hamil.
  • Berendam dalam air hangat selama air ketuban belum pecah masih dianggap aman. Jika memungkinkan, cobalah untuk berendam dalam air hangat untuk melepaskan ketegangan.
  • Pelajari teknik relaksasi lewat buku atau dengan mengambil kelas-kelas khusus.
  • Konsumsi makanan seimbang dan bernutrisi.
  • Simpan dan catat kegiatan-kegiatan harian di dalam buku harian.
  • Manjakan diri dengan makanan-makanan yang menyenangkan, seperti es krim atau cokelat berkualitas tinggi.
  • Jika Anda masih merasakan rasa sendu tak menentu selama kehamilan, ada baiknya Anda menemui dokter khusus untuk mendapatkan perawatan tepat.
Sumber Kompas Author: NAD Editor: NF

But the most important siih menurut aku dukungan n pengertian dari pasangan. So para suami, sediain lebar-lebar bahunya untuk isterinya, kadang isteri cuma butuh untuk didengar n dengar simple word "i love you", believe me, its mean so much to her....^_^


.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar